Senin, 15 November 2010

Keistimewaan Tanggal 8-10 Dzulhijjah

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Tanggal 8 Dzulhijah Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah supaya menyembelih anaknya, Ismail. Sehari itu ia berpikir-pikir apakah perintah itu dari Allah atau dari syetan. Karenanya hari itu disebut hari tarwiyah (pikir-pikir).

Tanggal 9 Dzulhijah Nabi Ibrahim diberi tahu oleh Allah bahwa perintah itu datang dari-Nya, bukan dari syetan. Justru karena itu hari itu disebut hari 'Arafah (hari tahu). Setelah mengetahui bahwa itu perintah dari Allah, maka Ibrahim bersegera mendatangi anaknya untuk meminta pendapatnya. Alangkah terkejutnya setelah anak tersebut memberi jawaban yang sangat menggembirakan sekaligus mengharukan. Kejadian ini diabadikan dalam al-Qur'an :

"Wahai putraku, sesungguhnya aku bermimpi seolah-olah aku menyembelihmu, maka pikirkanlah pendapatmu. Ia (Ismail) berkata, 'Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan itu, insya-Allah engkau dapati aku akan bersabar.'" (QS ash-Shaaffat: 102)

Pada tanggal yang sama Allah swt menurunkan wahyu terakhir kepada Rasulullah saw. Saat itu beliau sedang di atas kendaraannya. Segera ayat itu disampaikan kepada ummatnya. Abu Bakar menangis karena ia tahu bahwa tugas Rasulullah sudah paripurna, yang tentu saja akan segera kembali menghadap kepada-Nya. Ayat itu adalah :

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan Aku meridhai Islam sebagai agama kalian." (QS Maa-idah: 3)

***
Fadhilah:
Dari sahabat Ibnu ‘Abbas Ra., Rasulullah bersabda, “Tiada sesuatu hari yang mana orang beramal shalih di dalamnya, yang lebih disukai Allah dari pada hari-hari ini, yaitu 10 hari pertama bulan Dzul-hijjah” (HR.Bukhari).

Dari sahabat Abu Hurairah Ra., Rasulullah bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan ibadah kepada-Nya dari pada sepuluh hari awal bulan Dzul-hijjah . Puasa tiap hari pada hari tersebut sama dengan pahala puasa selama setahun. Shalat pada tiap-tiap malam hari tersebut sama dengan keutamaan ibadah pada malam lailatul qadar” (HR.Turmidzi dan Ibnu Majah)

Barang siapa berpuasa pada hari tarwiyyah, maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang pahala tersebut tidak ada yang mengetahuinya selain Allah. (Hadits Nabi yang diriwayatkan Ibnu Abbas Ra. yang dikutip oleh Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir, “Durratun Nasihin”, Majlis 72: Fi Fadhilah ‘Isyri Dzil-hijjah. Sebagian mengatakan bahwa sanad hadits yang dijadikan rujukan tersebut lemah, namun setidaknya dapat kita jadikan motivasi kita dalam beramal baik (termasuk berpuasa)).

Dari Abu Qatadah Ra., bahwa Rasulullah ditanya tentang puasa hari ‘arafah, Rasulullah menjawab, “ Puasa pada hari ‘arafah, dapat menjadi kafarah untuk setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang” (HR.Muslim).

Tanggal 10 Dzulhijah, adalah hari 'Idul Adh-ha (qurban), dinamakan juga hari Nahar (menyembelih). Pada hari ini ummat Islam diharamkan puasa, tapi dianjurkan melaksanakan shalat 'Idul Adh-ha, dan menyembelih qurban. Semoga kita bisa melaksanakannya.